Gelombang awal mudik yang diprediksi akan berlangsung pada awal Senin turut menarik pedagang musiman yang berjualan di sekitar Jalan Raya Pantura Cirebon. Seperti Yuniah bersama keluarganya, yang sudah belasan tahun berjualan makanan serta memberikan tempat istirahat alternatif bagi para pemudik asal Jakarta yang menuju Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
Awal arus mudik yang diprediksi berlangsung pada 24 Maret membuat bermunculannya warung-warung musiman yang menjajakan makanan ringan hingga berat kepada para pemudik motor yang melintasi Jalan Raya Pantura Cirebon. Seperti Yuniah dan keluarganya yang sudah berjualan belasan tahun, mereka selalu membuka lapak sejak seminggu sebelum Idulfitri.
Keberadaannya dapat menjadi alternatif bagi pemudik motor untuk sekadar beristirahat hingga mengisi perut dengan beragam kudapan yang disediakan, seperti pecel lele, ayam goreng, mi dalam cup, ataupun beragam minuman. Warung sederhananya tersebut hanya berangka bambu yang dilapisi dengan terpal sebagai atap, serta karpet dan meja sebagai alas pemudik beristirahat.
Baca Juga:Vaksinasi Polio Dan Influenza Untuk Calon Jamaah Haji – VideoRekayasa Lalu Lintas Untuk Kelancaran Mudik Lebaran – Video
Pengerjaan warungnya sendiri memakan waktu hingga tiga hari sebelum berjualan, serta ia harus mengeluarkan modal hingga lebih dari 2,5 juta untuk sekali berjualan. Rata-rata, modalnya dapat kembali sekitar tiga hari setelah berjualan, dan pemudik biasanya akan lebih banyak berdatangan mendekati waktu Lebaran, sekitar H-3 Lebaran.
Momen mudik selalu dimanfaatkan warga sekitar Jalur Pantura untuk mengais rezeki dengan memberikan tempat beristirahat dan menjajakan dagangan kepada para pemudik yang setia melintas di Jalur Pantura Cirebon. Kesempatan ini dapat kembali menggeliatkan ekonomi masyarakat dengan transaksi ekonomi yang berlangsung selama arus mudik dan balik di Jalur Pantura Cirebon.