Masyarakat membatasi akses jalan di ruas Sarajaya Pande akibat kondisi jalan yang amblas dan membahayakan keselamatan pengendara.
Untuk membatasi lalu lintas, warga memasang kayu dan batu sebagai rambu darurat di lokasi jalan yang amblas. Kondisi ini semakin parah dan melebar karena terkikis oleh aliran Sungai Agung.
Akibat pemasangan rambu peringatan darurat, kendaraan roda empat tidak bisa melintas karena rawan amblas dan berisiko membahayakan keselamatan. Sejak empat hari lalu, warga telah memasang rambu darurat karena kerusakan jalan yang sudah berbulan-bulan dikeluhkan belum mendapat penanganan.
Baca Juga:Kehadiran D'pire Bawa Angin Segar Bagi Disabilitas – VideoSegarnya Es Coklat Juang – Video
Saat ini, akses jalan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Sementara itu, kendaraan roda empat harus memutar jauh karena tidak bisa melewati jalan Sarajaya Pande. Padahal, jalan ini merupakan akses poros penting yang menghubungkan masyarakat dari Kecamatan Lemahabang, Pangenan, dan Astanajapura.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon, terutama Dinas PUTR, segera melakukan perbaikan pada jalan yang amblas ini. Kondisi yang semakin parah berisiko memutus akses masyarakat jika tidak segera ditangani.