RADARCIREBON.TV- Apakah kamu pernah mengalami gatal di kulit kepala? Kemudian, sisa ketombe yang bersisik muncul ketika digaruk? Kamu mungkin mengalami masalah kulit yang disebut psoriasis jika kamu pernah mengalaminya. Apa penyebab, gejala, dan pengobatan psoriasis kulit yang menimbulkan rasa tidak nyaman dan bercak pada kulit? Untuk mengetahui selengkapnya, lihat artikel di bawah ini!
1. Gejala apa yang ditunjukkan oleh psoriasis kulit?
Gejala psoriasis kulit dapat berbeda-beda tergantung pada jenisnya, karena psoriasis kulit mempunyai banyak jenisnya. Psoriasis plak adalah jenis yang paling umum dan ditandai dengan bercak-bercak merah mirip ruam. Penyakit ini akan menyebabkan kulit menjadi bersisik, seperti ketombe, tetapi lebih tebal, dan bercak merah muncul pada area kulit yang terkena jika sisik tersebut digaruk. Kulit bagian ini akan terlihat lebih tebal dibandingkan dengan kulit di sekitarnya. Psoriasis kulit jenis plak paling sering menyerang kepala, siku, dan lutut.
Psoriasis invers, yang biasa terjadi pada lipatan tubuh seperti ketiak dan selangkangan, adalah jenis psoriasis lain. Tampilan kulit yang terkena akan merah seperti ruam, mirip dengan psoriasis plak. Sebagai perbedaan, kulit akan menjadi halus, mengkilap, dan terkadang ditutupi dengan cairan bening yang mirip air daripada kering dan bersisik.
Baca Juga:Membungkus Lontong dan Ketupat Pakai Plastik: Sangat Praktis, Tetapi Berbahaya?Dengan 6 Jenis Termometer Masak Ini, Masakan Menjadi Matang Merata dengan Sempurna
Beberapa jenis psoriasis lainnya menyebabkan bintik-bintik pada kulit, seperti psoriasis guttate dan pustular, yang datang bersamaan dengan gejala utama bercak merah pada kulit.
2. Faktor apa yang menyebabkan psoriasis?
Psoriasis kulit sebenarnya adalah penyakit autoimun. Tubuh seseorang mengalami psoriasis ketika sistem autoimunnya terlalu aktif. Dalam tubuh manusia, sel darah putih berfungsi sebagai pelindung dan melawan virus, bakteri, jamur, dan parasit.
Namun, sel darah putih ini kadang-kadang menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Ketika reaksi imun ini muncul, produksi sel baru meningkat dan dipercepat, yang menyebabkan kulit menjadi tebal dan bersisik.
Salah satu faktor utama yang berperan dalam munculnya psoriasis pada tubuh seseorang adalah genetika. Biasanya, psoriasis turun temurun, tetapi memiliki gen psoriasis dalam keluarga tidak menjamin seseorang akan mengidap penyakit kulit ini.
Stres menjadi salah satu faktor penyebab utama psoriasis, bersama dengan gen. Tekanan psikologis yang tidak terkendali memperparah kondisi kulit. Gaya hidup seseorang sangat memengaruhi bagaimana mereka menjalani kehidupan mereka, kebiasaan seperti merokok dan meminum alkohol dapat dikaitkan dengan perkembangan psoriasis.
Selain itu, gejala dapat diperburuk atau ditingkatkan oleh penggunaan obat seperti litium dan antimalaria. Namun, ada hal-hal yang tidak dapat kita kontrol, seperti cuaca yang dingin dan kering, yang meningkatkan kemungkinan munculnya psoriasis pada kulit.
3. Bagaimana cara penanganannya?
Untuk mengobati psoriasis, hal pertama yang harus dilakukan adalah untuk berhenti menggaruknya, meskipun itu menimbulkan rasa gatal. Ketika kulit bersisik dipotong, ada kemungkinan luka dan infeksi menyebar ke area kulit lainnya.
Baca Juga:Memahami Fungsi Termometer, Jenis, dan Cara Penggunaan yang TepatSi Kecil Sangat Suka Musik? Inilah 5 Manfaat Musik untuk Kecerdasaan Otaknya!
Selain itu, orang yang menderita psoriasis dapat mencoba pengobatan dengan salep topikal yang mengandung bahan-bahan seperti kortikosteroid, vitamin D, dan retinoid. Namun, obat-obatan yang mengandung bahan aktif harus digunakan hanya setelah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Psoriasis yang lebih parah, terutama ketika salep topikal tidak mempan, dapat diobati dengan fototerapi. Dengan berkonsultasi dengan dermatologis, Anda dapat mempelajari opsi fototerapi lainnya.
Selain itu, penting untuk diingat bahwa perubahan gaya hidup harus dilakukan. Gaya hidup yang tidak sehat memperlambat penyembuhan psoriasis meskipun menggunakan obat. Meditasi, yoga, atau konseling adalah cara terbaik untuk membantu pasien mengendalikan stres. Seseorang harus mengurangi kebiasaan buruk seperti merokok dan meminum minuman keras, dan juga mempertahankan pola makan dan diet yang sehat.