Gerimis Jurus DLH Kelola Sampah – Video

Gerimis Jurus DLH Kelola Sampah
0 Komentar

Pemanfaatan sisa sortiran sayur dari Pasar Jagasatru masih belum masif, meski pihak pengelola pasar sendiri menyambut dengan tangan terbuka inisiatif kolektif warga, seperti pesantren dan masyarakat sekitar pasar. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, melalui Gerakan Miskin Sampah (Gerimis), mendorong warga di beberapa wilayah untuk memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.

Kota Cirebon memiliki Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pengendalian Penggunaan Kantong Plastik, terutama di pasar-pasar tradisional. Sebagai pasar induk, Pasar Jagasatru dapat menghasilkan ratusan kilogram sampah setiap harinya, baik dari hasil sortiran sayur hingga sampah anorganik lainnya.

Dalam kegiatan bersih pasar pada Sabtu pagi, diperoleh sebanyak 812 kg sampah yang akan disortir dan dikelola sampah organiknya oleh Pusat Daur Ulang Dukuh Semar, Kota Cirebon, untuk dijadikan komposter dan pakan maggot. Sedangkan sampah anorganik akan dikelola oleh Bank Sampah Lestari, sementara residunya yang nanti akan dibuang ke TPA Kopiluhur.

Baca Juga:BPTPH Jawa Barat Bantu Petani Berantas Hama Tikus – VideoSeorang Pria Tertimbun Di Septic Tank – Video

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon, Yuni Darti, menyarankan setiap pasar dapat mengolah sampah organiknya menjadi komposter untuk mengurangi beban dari TPA. DLH, melalui Gerakan Miskin Sampah, melakukan penyuluhan, monitoring, hingga evaluasi kegiatan agar warga dapat mengelola sampahnya secara mandiri.

Gerimis di Kota Cirebon sudah diterapkan di beberapa wilayah seperti Kesambi, Kesunean, dan Pegambiran, yang hasil ekonominya sudah dirasakan oleh warga selama dua tahun kegiatan ini berjalan. Peningkatan ekonomi dari pengelolaan sampah masih perlu disosialisasikan kembali agar warga sadar untuk mengelola sampahnya secara mandiri di tingkat terkecil, seperti rumah tangga.

0 Komentar