Di Muara Sukalila, semakin sedikit ditemukan pengrajin ikan asin skala kecil rumahan. Hal ini disebabkan oleh semakin sulitnya mendapatkan ikan yang biasa digunakan untuk diasinkan. Seperti yang dialami Carmini, seorang ibu tunggal yang harus menghidupi anaknya yang masih duduk di bangku SMK. Untuk menutupi kekurangan pendapatan dari penjualan ikan asin yang terkendala bahan baku, ia juga berjualan pete, rambutan, hingga gorengan.
Sebagai seorang ibu tunggal, Carmini tetap berupaya menyekolahkan anaknya di salah satu sekolah swasta di Cirebon. Biasanya, ia mendapatkan bahan baku ikan dari nelayan sekitar rumahnya di Kampung Muara Sukalila. Namun, sudah sekitar tiga bulan terakhir, ikan dari nelayan kecil semakin sulit diperoleh akibat cuaca yang kurang bersahabat.
Ikan yang biasa ia gunakan untuk diasinkan secara tradisional adalah jenis tiga wajah, tanjan, petek, dan terkadang udang rebon untuk dibuat terasi. Karena sulit mendapatkan pasokan dari nelayan, ia terpaksa membeli ikan dengan harga lebih mahal dari warga yang mengambil ikan dari sekitar Kabupaten Cirebon. Kondisi ini menyebabkan keuntungannya semakin berkurang.
Baca Juga:Kontes Genjring Ramadan RCTV – VideoButuh 12 Ribu Titik PJU Untuk Realisasi Cirebon Terang – Video
Sekali produksi, ia hanya mampu mengolah 10 kilogram ikan untuk diasinkan. Proses pengeringan yang biasanya memakan waktu sehari semalam kini harus berlangsung hingga tiga hari akibat cuaca mendung. Ikan asin olahannya dijual dengan cara berkeliling di sekitar Kampung Muara Sukalila. Jika sedang tidak berjualan ikan asin, ia beralih menjual pete, rambutan, hingga gorengan.
Ikan asin yang dijualnya dikemas dalam plastik kecil dengan harga mulai dari Rp5.000. Dalam sehari, penghasilannya hanya berkisar antara Rp50.000 hingga Rp80.000. Meskipun hidup dalam keterbatasan dan tinggal di rumah semi permanen, dalam beberapa bulan terakhir ia belum pernah mendapatkan bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), meskipun telah sering mengajukan permohonan ke perangkat daerah setempat.Bagi Carmini, berdagang ikan asin menjadi salah satu sumber penghidupan untuk membiayai keluarganya seorang diri.