Dibongkarnya Gedung Padepokan Pencak Silat yang menjadi muatan lokal serta budaya Sunda di GGM Kabupaten Majalengka, membuat Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Irwan Suryanto, geram dan buka suara. Kendati demikian, dalam hal ini Fraksi Gerindra DPRD berkomitmen akan terus mengawal hingga hak IPSI dapat terealisasi kembali.
Di balik megahnya pembangunan GOR Talaga Manggung di kawasan GGM Majalengka, nampaknya menyelipkan kisah pilu, salah satunya bagi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Majalengka. Pasalnya, padepokan yang sebelumnya digunakan untuk berlatih para atlet pencak silat, pasca revitalisasi GOR tersebut kini telah dibongkar dan belum ada penggantinya.
Ketua IPSI Majalengka, Irwan Suryanto, mengungkapkan bahwa dibongkarnya Gedung Padepokan untuk GOR Talaga Manggung ini awalnya dikira akan dibangunkan gedung yang lebih baik, namun nyatanya tidak, seakan menghilang begitu saja.
Baca Juga:Komitmen ASIH Wujudkan Kesejahterakan Petani Lewat Pemenuhan Pupuk OrganikDeklarasi Dukungan, 18 Simpul Relawan Anies Baswedan Jadi Harapan Baru Kemenangan ASIH
Irwan menambahkan, selain karena muatan lokal Sunda yang wajib ada, pihaknya juga merasa malu karena di Jawa Barat sendiri hanya Majalengka yang saat ini tidak memiliki padepokan pencak silat, padahal secara prestasi, IPSI telah banyak mencetak para atlet bergengsi.
Merespon aspirasi itu, Ketua Fraksi Gerindra, Ano Suksena, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan hal ini kepada pemerintah daerah dan akan terus bekerjasama dengan bagian anggaran di DPRD agar Padepokan Pencak Silat ini bisa segera terealisasi kembali.
Sementara itu, secara garis besar, pihaknya juga menyebutkan bahwa dalam hal ini PJ Bupati, Dedi Supandi, sependapat dengan Fraksi Gerindra, karena bagaimanapun juga keberadaan Padepokan Pencak Silat di Majalengka ini merupakan hak IPSI yang harus terus diperjuangkan.