RADARCIREBON.TV- Berbanggalah bagi kamu yang lebih dominan menggunakan otak kiri karena biasanya mereka memiliki tingkat ketelitian yang tinggi. Selain itu, kamu juga biasanya akan lebih suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan data dan angka. Di sini kamu akan menemukan beberapa jenis pekerjaan yang lebih dominan otak kiri.
Jenis Pekerjaan yang Dominan Otak Kiri
1. Akuntan
Pertama ada kuntan yang bisa membantu individu dan perusahaan memastikan laporan keuangan akurat. Profesi tersebut dinilai cocok untuk kamu yang lebih dominan menggunakan otak kiri, karena membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi.
Nah, bagi kamu yang ingin menjadi seorang akuntan bisa menempuh pendidikan di bidang Akuntansi saja. Lebih baik lagi jika kamu memiliki Certified Public Accountant of Indonesia (CPA) untuk menunjang karier.
Baca Juga:Ternyata Ada 5 Pekerjaan Cocok Bagi Kamu yang Lebih Dominan Otak KananPunya Rambut Keriting yang Susah Diatur? Ini Dia 6 Cara Merawat Rambut Keriting Supaya Mudah Diatur
2. Dokter
Tidak hanya bergelut dengan angka, orang yang dominan menggunakan otak kiri juga menyukai sains, loh. Dokter bisa jadi profesi yang cocok untuk kamu karena membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi. Kamu bisa mengambil pendidikan Kedokteran terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa mengambil pendidikan profesi agar bisa praktik sebagai dokter.
3. Insinyur Sipil
Apakah kamu suka dengan hitung-hitungan? Sepertinya cocok, nih, bekerja sebagai insinyur sipil. Hal tersebut dikarenakan pekerjaan ini menuntut kemampuan berhitung baik agar bisa mengerjakan proyek yang sedang dijalani. Kalau mau menggeluti bidang ini kamu bisa masuk ke jurusan Teknik Sipil.
4. Programmer
Berikutnya ada programmer yang bertugas merancang, mengembangkan, memodifikasi, dan menguji kode, form, dan script agar sebuah aplikasi bisa dijalankan dengan baik. Apabila kamu tertarik dengan profesi ini, kamu bisa mengambil jurusan Sistem dan Teknologi Informasi atau Teknik Komputer.
5. Pengacara
Kita ketahui bahwa sebagai pengacara harus memiliki jiwa yang teliti untuk menangani berbagai kasus. Pengacara akan mewakili klien di pengadilan, menyiapkan dokumen hukum terperinci, dan menganalisis kasus yang kompleks. Pengacara juga dituntut untuk gigih dalam menyelidiki fakta, dan memperhatikan detail terkecil dari sebuah kasus, agar bisa memenangkannya untuk klien.
***