Karnaval Budaya Pemersatu Bangsa Indonesia digelar di Gereja Bunda Maria. Salah satunya dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dan ulang tahun Paroki Bunda Maria ke-30.
Dalam rangka memeriahkan peringatan ulang tahun ke-79 Kemerdekaan Indonesia dan ulang tahun ke-30 Paroki Bunda Maria pada Oktober mendatang, Gereja Bunda Maria merayakan semarak parade karnaval budaya yang disambut antusias oleh umat Katolik, elemen, dan tokoh masyarakat sekitar.
Acara yang turut dihadiri tokoh agama Islam, Buddha, Hindu, Khonghucu, Vihara, PCNU Kota Cirebon, serta undangan lainnya, berlangsung meriah. Sebelum pelepasan karnaval budaya, Romo Antonius Haryanto, Pastor Paroki Bunda Maria, meluncurkan kotak donasi sampah sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk peduli dengan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Baca Juga:Pasca Diterjang Longsor 2023 Belum Ada Penanganan – VideoKesulitan Keluar Masuk Dermaga – Video
Peserta karnaval dilepas dari Gereja Bunda Maria melintasi Jalan Rajawali Dukuh Semar, menuju Jalan Derajat hingga titik finish di Gereja Bunda Maria. Dengan iringan kesenian burok yang menari-nari selama parade, disusul sisingaan, serta marching band, masyarakat juga dihiasi pakaian kebanggaan yang mencerminkan keberagaman budaya serta seni Indonesia.
Pastor Paroki Bunda Maria, Romo Antonius Haryanto, merasa bersyukur serta bahagia, bersama umat Hindu, Buddha, Muslim, dan Khonghucu, semua bergabung dalam satu barisan. Ini membentuk mosaik indah yang menggambarkan harmoni dalam perbedaan, menguatkan keberagaman budaya Bhinneka Tunggal Ika.
Dedi, selaku koordinator Karnaval Budaya HUT ke-79 RI dan perayaan hari raya Bunda Maria ke-30 tahun, cukup bangga karena masyarakat sekitar begitu antusias menyaksikan karnaval budaya ini.
Selain kemeriahan karnaval budaya, untuk meningkatkan sektor ekonomi, puluhan stand menghiasi bazar UMKM dengan menghadirkan beraneka ragam kuliner.