Begini Pengakuan Bapak Kos Makan Kucing di Semarang

foto:hallojabar.com
foto:hallojabar.com
0 Komentar

RADARCIREBON.TV Pemilik kos bernama Nur Yanto (63) yang kepergok makan kucing di Semarang mengaku melakukan aksinya memakan kucing sudah lebih dari 10 tahun. Ia mengatakan alasannya mengonsumsi daging kucing untuk obat diabetes.

Kini Nur Yanto telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Dia dijerat Pasal 91B ayat (1) UU RI nomor 14 tahun 2014 dan atau Pasal 302 KUHPidana tentang peternakan dan kesehatan hewan dengan ancaman hukuman paling lama 2 tahun dan atau denda paling banyak Rp 200 juta. Karena ancaman hukuman kurang dari lima tahun, dia saat ini tidak ditahan namun wajib lapor.

Ngaku untuk Obat

Nur Yanto juga dihadirkan dalam jumpa pers di Polrestabes Semarang dengan baju mengenakan batik merah-oranye. Dia menceritakan aksinya dan mengaku diabetes dan harus makan daging yang berprotein. Namun ia tidak mampu beli daging sapi.

Baca Juga:Memperingati Hari Apa Tanggal 8 Agustus 2024?Eks Walkot Tangerang Arief Wismansyah Calon Cagub Banten

“Ya pokoknya daging itu kalorinya rendah. Kan setelah makan (kucing) dicek memang rendah gulanya,” kata Nur di Polrestabes Semarang, Kamis (8/8/2024).

Kucing yang dia makan yaitu kucing yang datang ke kosnya yang berada di daerah Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang, termasuk yang dipelihara penghuni kos. Kucing yang tertidur dia hantam dengan gagang celurit hingga mati kemudian diolah, termasuk kucing yang biasa diberi makan penghuni kos.

“Cari kucing di rumah. Iya datang sendiri. Saya digodog saja gitu pakai magic jar. Satu kucing habis tiga hari, pakai nasi sedikit. Saya butuh makan daging,” ujar duda itu.

Santap Kucing sejak 2010

Dia tidak membantah soal kabar sudah makan kucing sejak 2010. Dia menyebut sudah lama dan membenarkan sudah lebih dari 10 tahun. Aksi terakhirnya dilakukan hati Sabtu (3/8) lalu yang kemudian menjadi viral karena ketahuan penghuni kos.

“Lama sebenarnya. Iya (10 tahun lebih),” katanya.

Dia sempat mengatakan kakaknya yang memberitahu soal daging kucing itu untuk mengatasi diabetes. Tapi saat kembali ditanya apakah kakaknya juga konsumsi kucing, dia membantah dan meluruskan kalau soal konsumsi kucing adalah inisiatifnya.

“Inisiatif saya sendiri kalau makan kucing,” ujarnya.

Dalam kasus ini polisi mengamankan sejumlah barang bukti mulai dari celurit yang gagangnya dipakai untuk menghantam kucing hingga mati sampai Magic Jar untuk memasak kucing dengan cara direbus.

“Barang bukti yang diamankan adalah sebilah celurit untuk pukul kucing. Ada pisau untuk potong daging, korek untuk bakar bulu kucing, talenan alas potong daging. Piring dan sendok untuk alat makan. Ada botol kecap mungkin sebgai penyedap. Sisa tulang kucing di sekitar TKP,” kata Kanit Tidpiter Satreskrim Polrestabes Semarang, AKP Johan Widodo.

Baca Juga:Rekor! Rizki Juniansyah Dapat Merebut Medali Emas Olimpiade Paris 2024Pandangan Reza Rahadian dan Laura Basuki Tentang Maintenance Frienship dalam Kehidupan Sehari-hari

Kejiwaan Bakal Diperiksa

Sementara itu, polisi bakal memeriksa kejiwaan Nur Yanto karena pelaku sempat melantur saat ditanya. Polisi bakal berkoordinasi dengan rumah sakit jiwa untuk pemeriksaan itu.

“Kita arahnya ke sana ya (cek kejiwaan). Kita koordinasi dengan pihak RSJ yang ada di Semarang untuk diobservasi, apakah ada gangguan jiwa atau tidak pada pelaku ini,” kata Johan.

0 Komentar