Keterbatasan lahan mencari rumput dan dedaunan bagi kambing dan domba kerap ditemui peternak asal Samadikun. Belum lagi permasalahan sampah di sekitar tempat mereka menggembalakan domba selalu menjadi masalah yang berlarut-larut dan belum dapat sepenuhnya ditangani oleh Pemerintah Kota, ikut mengancam kesehatan bagi hewan ternaknya.
Sejumlah peternak asal Samadikun, Kota Cirebon, menggembalakan domba mereka di sepanjang pesisir karena masih banyak ditumbuhi rerumputan yang menjadi pakan utama dombanya. Namun sayang, beberapa di antaranya masih kerap dijumpai menggembalakan ternak mereka di sekitar tumpukan sampah di kolam-kolam tampung yang ada di sepanjang Jalan Kampung Baru.
Padahal, potensi penyakit pada hewan ternak yang tidak sengaja mengonsumsi sampah non-organik juga tidak main-main, mulai dari gangguan pencernaan, gangguan pertumbuhan, hingga berujung pada kematian. Sementara, tumpukan sampah di sekitar Samadikun tersebut selalu seperti menjadi permasalahan yang tidak pernah usai diselesaikan, meski dengan beberapa program pembersihan yang pernah dilakukan oleh Pemerintah Kota.
Baca Juga:Turnamen Badminton Gala Desa FKKC Weru – VideoJalan Gembong Marikangen Rusak Dipenuhi Hamparan Batu – Video
Pemilik kambing, Tarsan, menuturkan bahwa karena rute menggembalanya yang kerap dilalui sampah, terkadang ia bersusah payah menghalangi dombanya untuk makan di sekitar tempat tersebut. Bahkan, sudah sekitar delapan kambingnya yang meninggal karena masalah pencernaan akibat tidak sengaja mengonsumsi sampah hingga menyebabkan mereka tidak dapat buang air serta tidak dapat ditangani akibat keterbatasan jangkauannya kepada pihak dokter hewan dan dinas peternakan.
Karena hanya sebagian dari pemilik kambing di sekitar Samadikun yang sudah membuat kelompok peternak, sebagian lainnya belum dapat terjangkau program dari DKPPP, seperti sosialisasi pemeliharaan, penempatan kandang, hingga pemeliharaan kesehatan. Tarsan, yang belum dapat terjangkau program pelayanan ternak, tidak dapat berbuat banyak selain membuang kambingnya yang sudah sakit atau menjualnya dengan harga di bawah pasaran untuk sekadar menutupi biaya pakan dari ternaknya tersebut.