RADARCIREBON.TV- Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) adalah tanaman herbal yang populer di Indonesia karena memiliki banyak manfaat kesehatan.
Tanaman ini digunakan dalam berbagai bentuk jamu untuk mengatasi berbagai penyakit seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit kulit.
Meskipun memiliki banyak manfaat, penggunaan jamu mahkota dewa juga bisa menimbulkan beberapa efek samping, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau tidak sesuai anjuran.
Baca Juga:Menikmati Mahkota Dewa dengan Cara Kekinian tanpa Khawatir Rasa Pahit untuk PemulaRamuan Mahkota Dewa untuk dalam Praktik Kecantikan Tradisional, Kenali Kandungannya di Sini
Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi jamu mahkota dewa:
Efek Samping Mahkota Dewa
Kerusakan Hati dan Ginjal:
Salah satu risiko terbesar dari konsumsi jamu mahkota dewa adalah potensi kerusakan hati dan ginjal.
Beberapa senyawa aktif dalam tanaman ini bisa bersifat toksik jika dikonsumsi dalam jumlah besar atau untuk jangka waktu yang lama.
Penggunaan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan akumulasi racun dalam tubuh yang akhirnya merusak organ vital seperti hati dan ginjal.
Gangguan Pencernaan:
Beberapa orang melaporkan mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi jamu mahkota dewa.
Gejala yang muncul bisa berupa mual, muntah, diare, dan sakit perut.
Ini mungkin terjadi karena sifat pahit dan kuat dari senyawa aktif dalam tanaman ini yang bisa mengiritasi saluran pencernaan.
Reaksi Alergi:
Meskipun jarang, beberapa individu bisa mengalami reaksi alergi terhadap mahkota dewa.
Baca Juga:Mengenal Mahkota Dewa: Jamu Pahitan Dengan Manfaat Luar Biasa, Alternatif Obat JerawatJamu Pahitan untuk Kesehatan Kulit, Menggali Manfaat dalam Tiap Tegukan
Gejala alergi bisa berupa gatal-gatal, ruam kulit, bengkak, dan dalam kasus yang parah, kesulitan bernapas.
Penting untuk segera menghentikan penggunaan dan mencari bantuan medis jika tanda-tanda alergi muncul.
Interaksi dengan Obat Lain:
Jamu mahkota dewa dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain yang sedang dikonsumsi.
Misalnya, bagi penderita diabetes yang juga mengonsumsi obat penurun gula darah,
penggunaan mahkota dewa bisa memperkuat efek obat sehingga menyebabkan hipoglikemia (gula darah terlalu rendah).
Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggabungkan herbal ini dengan obat resep atau suplemen lainnya.
Efek pada Tekanan Darah:
Mahkota dewa memiliki sifat yang bisa mempengaruhi tekanan darah.
Bagi mereka yang memiliki tekanan darah rendah atau yang sedang mengonsumsi obat tekanan darah,
penggunaan jamu ini bisa menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah, yang berpotensi menyebabkan pusing atau pingsan.
Untuk meminimalkan risiko efek samping, penting untuk menggunakan jamu mahkota dewa dengan bijaksana.
Berikut beberapa tips yang bisa diikuti:
Dosis yang Tepat: Selalu ikuti dosis yang dianjurkan oleh ahli herbal atau petunjuk pada kemasan produk.
Konsultasi Medis: Diskusikan dengan dokter sebelum memulai konsumsi, terutama jika memiliki kondisi medis atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Pemantauan Kesehatan: Awasi respons tubuh terhadap jamu dan hentikan penggunaan jika mengalami gejala negatif.
Jangan Berlebihan: Hindari konsumsi berlebihan, meskipun jamu tersebut dianggap alami, karena dosis tinggi bisa berbahaya.
Dengan memperhatikan petunjuk penggunaan dan konsultasi medis, manfaat dari jamu mahkota dewa bisa dirasakan tanpa menimbulkan efek samping yang serius.