RADARCIREBON.TV- Fermentasi adalah salah satu metode pengawetan makanan yang telah digunakan selama berabad-abad,
Dan udang adalah salah satu bahan yang sering difermantasikan di berbagai budaya kuliner.
Selain terasi, ada beberapa olahan fermentasi dari udang yang populer di berbagai belahan dunia.
Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
1.BelacanBelacan adalah pasta udang fermentasi yang berasal dari Malaysia
Baca Juga:9 Cara Menghilangkan Bau Terasi di Tangan dalam Hitungan Detik, Bukan Sabun TernyataResep Sambal Terasi Gula Merah Cirebon Mantap untuk Segala Menu Masakan, Siap Mengguncang Lambungmu
Dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya seperti Indonesia, Brunei, dan Singapura.
Proses pembuatannya mirip dengan terasi,
tetapi belacan biasanya memiliki tekstur yang lebih halus dan aroma yang sedikit berbeda.
Udang kecil (biasanya udang rebon) dicuci bersih, lalu diasinkan dan dijemur di bawah sinar matahari.
Setelah kering, udang ditumbuk menjadi pasta yang kemudian difermentasi selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Belacan sering digunakan dalam masakan seperti sambal belacan, laksa,
Dan nasi lemak untuk memberikan rasa umami yang kuat.
2. BagoongBagoong adalah produk fermentasi dari Filipina yang terbuat dari udang atau ikan kecil.
Ada dua jenis bagoong, yaitu bagoong alamang (terbuat dari udang kecil) dan bagoong isda (terbuat dari ikan).
Udang atau ikan dicampur dengan garam dalam proporsi yang seimbang
Dan difermentasi dalam wadah tertutup selama beberapa bulan.
Hasil fermentasi ini menghasilkan saus dengan rasa yang sangat gurih dan asin.
Bagoong sering digunakan sebagai bumbu dalam berbagai hidangan,
Baca Juga:Buah Campolay Buah Apa? Yuk Mengenal Buah Legen dalam Industri Minuman CirebonDIY Terasi Rebon khas Cirebon Ala Rumahan: Langkah-Langkah Membuat dengan Cita Rasa Istimewa
Seperti kare-kare (sejenis gulai), atau sebagai saus celup untuk mangga mentah.
3. Shrimp Paste (Mam Ruoc)Mam Ruoc adalah pasta udang fermentasi yang populer di Vietnam.
Udang kecil dicuci, diasinkan, dan dijemur di bawah sinar matahari.
Setelah kering, udang ditumbuk halus dan difermentasi dalam wadah tertutup selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Mam Ruoc digunakan sebagai bumbu dalam berbagai hidangan Vietnam,
Seperti Bun Mam (mi dengan saus fermentasi) dan Canh Chua (sup asam pedas).
4. Hae KoHae Ko, juga dikenal sebagai petis udang, adalah olahan udang fermentasi yang populer di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.
Proses pembuatannya melibatkan perebusan udang hingga menghasilkan kaldu kental
yang kemudian difermentasi dan dimasak kembali hingga mengental menjadi pasta hitam pekat.
Petis udang memiliki rasa manis, gurih, dan sedikit asin.
Petis sering digunakan sebagai bumbu dalam masakan seperti rujak cingur, lontong balap, dan tahu campur.
5. CincalokCincalok adalah produk fermentasi udang yang populer di Malaysia dan Indonesia (terutama di Kalimantan Barat).
Udang kecil dicampur dengan garam dan nasi,
kemudian difermentasi selama beberapa hari hingga menghasilkan rasa yang unik.
Cincalok biasanya disajikan sebagai saus pendamping atau bumbu dalam masakan.
Produk fermentasi udang ini tidak hanya menambah keanekaragaman rasa dalam masakan,
tetapi juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi.
Proses fermentasi meningkatkan kandungan probiotik dalam makanan, yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan.
Setiap daerah memiliki variasi dan teknik fermentasi yang berbeda, mencerminkan kekayaan budaya kuliner masing-masing.