RADARCIREBON.TV – Indonesia sebagai negara tropis, mempunyai dua musim yakni musim hujan dan musim kemarau. Kedua musim tersebut datang secara bergantian yang biasanya dapat diketahui dari prakiraan bulan.
Misalnya pada musim hujan, konon umumnya terjadi pada bulan Oktober hingga Maret yang menjadi periode dimana curah hujan meningkat secara signifikan. Selain itu, selama periode ini juga angin menjadi lebih kencang dan cuaca pun mendung.
Sedangkan pada musim kemarau, konon umumnya terjadi pada bulan April hingga September yang ditandai dengan terjadinya penurunan curah hujan. Selain itu, cuaca pun nampak cerah, angin tidak terlalu kencang, hingga kesuburan tanah menurun.
Baca Juga:Rutin Mengonsumsi, Inilah Manfaat yang Akan Didapatkan dari WortelBahan Pangan yang Lezat dan Bermanfaat, Kupas Manfaat dari Terong
Musim Kemarau di Indonesia, Tapi Kok Hujan?
Seperti yang disebutkan dalam laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) jika puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi di Bulan Juli dan Agustus 2024.
Walaupun sudah masuk musim kemarau, namun intensitas hujan nampaknya masih sering terjadi di banyak wilayah Indonesia. Lantas mengapa hal itu bisa terjadi?
Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dari laman laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), membenarkan jika sebagian besar wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau.
Meskipun begitu, menurutnya, perlu diluruskan bahwa walaupun saat ini statusnya sedang memasuki musim kemarau, bukan berarti akan tidak turun hujan sama sekali. Hanya saja, menurutnya, intensitas curah hujan di bawah 50 mm / dasarian.
Selain itu juga disebutkan, jika dalam sepekan ke depan, masih terdapat potensi peningkatan curah hujan secara signifikan di sejumlah wilayah Indonesia. Fenomena ini disebabkan oleh dinamika atmosfer skala regional – global yang cukup signifikan.
Hal tersebut meliputi termonitornya aktivitas fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial di sebagian besar wilayah Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Sebagian besar Papua.
Bukan hanya itu. Suhu muka laut yang hangat pada perairan wilayah sekitar Indonesia juga memberikan kontribusi dalam menyediakan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan signifikan di wilayah Indonesia.
Baca Juga:Cek Fakta Mengenai Konsumsi MSG Bagi KesehatanIni, 7 Jenis Burung yang Tidak Dapat Terbang, Salah Satunya Penguin
Di lain sisi, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengatakan, kombinasi pengaruh fenomena-fenomena cuaca tersebut diprakirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/angin kencang.
Potensi terjadinya hujan dengan kondisi tersebut, konon berdampak di sebagian besar wilayah Indonesia pada tanggal 5 – 11 Juli 2024 dengan wilayah cakupan seperti Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Maluku, dan Pulau Papua.