RADARCIREBON.TV-Nyeri kepala sebelah saat serangan migrain diduga terjadi karena pelebaran pembuluh darah yang kemudian menimbulkan peradangan.
Hal inilah yang menyebabkan nyeri berdenyut pada migrain,Sumatriptan bekerja pada reseptor serotonin di otak.
Cara kerja ini dapat membuat pembuluh darah yang melebar kembali normal sehingga mengurangi nyeri yang di rasakan penderita.
Baca Juga:Kenali Tanda Tanda Migrain Pada Anak Beserta Cara Pengobatannya.Tanda Tanda Awal Kepikunan Yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini !
Sumatriptan di resepkan bila obat pereda nyeri yang umumnya di gunakan, seperti ibuprofen atau paracetamol, tidak efektif meredakan migrain.
Sumatriptan adalah obat untuk mengatasi serangan migrain atau sakit kepala sebelah.
Obat ini di tujukan untuk meredakan gejala migrain, bukan mencegah terjadinya serangan migrain di kemudian hari.
Dosis dan Aturan Pakai SumatriptanSecara umum, dosis sumatriptan tablet untuk mengatasi serangan migrain adalah 50–100 mg.
Dosis dapat di ulang dalam interval 2 jam bila migrain sudah membaik tetapi kambuh kembali. Dosis maksimal 300 mg per hari.
Cara Mengonsumsi Sumatriptan dengan BenarIkuti anjuran dokter dan bacalah petunjuk yang tertera pada kemasan obat sebelum mengonsumsi sumatriptan.
Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering dari yang di anjurkan dokter.
Sumatriptan tablet bisa di minum sebelum atau sesudah makan. Telan tablet obat secara utuh dengan air putih.
Jangan membelah atau menghancurkan tablet kecuali jika di perbolehkan dokter.
Baca Juga:Awas Sakit Kepala Penyebab Dan Gejala Tumor Otak,Simak Penjelasannya.Sering Sakit Kepala Yuk Simak Penyebab Dan Cara Pencegahannya.
Sumatriptan sebaiknya di minum sesegera mungkin saat muncul serangan migrain agar gejalanya cepat mereda.
Jika migrain membaik tetapi kambuh kembali, Anda bisa mengulang konsumsi sumatriptan.
Namun, jika migrain tidak membaik sejak dosis pertama, Anda tidak boleh menambah dosis kedua.
Dosis pertama umumnya akan di berikan di rumah sakit agar efek samping yang mungkin muncul bisa terpantau.
Pada pasien yang berisiko terserang penyakit jantung, dokter akan melakukan pemeriksaan, seperti rekam jantung (EKG), sebelum pengobatan di mulai.
Simpan sumatriptan dalam wadah tertutup di tempat yang kering dan sejuk.
Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau terkena sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Efek Samping dan Bahaya SumatriptanBeberapa efek samping yang dapat muncul setelah minum tablet sumatriptan adalah kantuk, lelah atau lemas, pusing, rasa hangat di dada, wajah, atau leher (flushing).
Konsultasikan ke dokter jika efek samping yang telah disebutkan di atas tidak kunjung mereda atau justru bertambah berat.
Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:
- Gangguan aliran darah di kaki, yang bisa menimbulkan keluhan kram maupun lemah otot, kaki terasa dingin, warna kaki kebiruan, atau nyeri pinggul
- Gangguan jantung, yang bisa di tandai dengan munculnya serangan jantung, denyut jantung yang tidak teratur, atau sesak napas
- Sindrom serotonin, yang bisa memunculkan gejala seperti gelisah, halusinasi, demam tinggi, detak jantung cepat, mual, muntah, dan diare yang berat
- Krisis hipertensi, dengan gejala berupa sakit kepala berat, penglihatan kabur, atau muntah
- Stroke, yang gejalanya antara lain salah satu tangan atau kaki mendadak lunglai, bicara pelo, atau penurunan kesadaran.
Demikian sedikit informasi mengenai kandungan obat Sumatriptan yang sering ada dalam kandungan obat sakit kepala yang banyak beredar di pasaran.