Jarang Di Ketahui ! Penyakit Sindrom Serotonin Beserta Cara Penangannya.

Foto
Foto/Sindrom Serotonin (doktersehat.com)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Salah satu zat kimia di otak yang bernama Serotonin memiliki peran penting dalam memengaruhi suasana hati.

Kadar serotonin yang seimbang juga berperan dalam berbagai fungsi tubuh yang lain, seperti proses pembekuan darah, sistem pencernaan, dan siklus tidur.

Kadar serotonin di dalam tubuh bisa meningkat akibat sejumlah faktor. Peningkatan kadar serotonin inilah yang di sebut sindrom serotonin.

Baca Juga:Kandungan Obat Sumatriptan Yang Terdapat Dalam Obat ibuprofen Atau paracetamol.Kenali Tanda Tanda Migrain Pada Anak Beserta Cara Pengobatannya.

Kondisi ini bisa menimbulkan gejala kaku otot, demam, dan kejang yang perlu di tangani dengan segera.

Sindrom serotonin adalah kondisi ketika kadar serotonin dalam tubuh terlalu banyak.

Kondisi ini terjadi akibat konsumsi obat yang tidak sesuai dosis atau tanpa di konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Gejala Sindrom SerotoninGejala sindrom serotonin umumnya muncul beberapa jam setelah obat di konsumsi atau dosisnya di naikkan. Beberapa gejala yang umum terjadi adalah:

  • Linglung
  • Gelisah
  • Tremor
  • Tekanan darah tinggi
  • Jantung berdetak cepat
  • Sakit kepala
  • Banyak berkeringat
  • Otot kaku
  • Diare

Selain keluhan di atas, ada gejala sindrom serotonin yang jika tidak di tangani dengan segera dapat mengancam jiwa penderitanya,yaitu:

  • Demam tinggi
  • Kejang
  • Detak jantung tidak teratur
  • Penurunan kesadaran

Penyebab dan Faktor Risiko Sindrom SerotoninPada keadaan normal, tubuh akan memproduksi serotonin dalam jumlah yang seimbang.

Kadar serotonin yang seimbang dapat melancarkan aliran darah, pencernaan, dan pernapasan. Namun, kadar serotonin bisa meningkat akibat sejumlah perilaku berikut:

Baca Juga:Tanda Tanda Awal Kepikunan Yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini !Awas Sakit Kepala Penyebab Dan Gejala Tumor Otak,Simak Penjelasannya.

  • Menggunakan obat atau suplemen yang tidak sesuai dosis
  • Menggunakan dua jenis obat sekaligus tanpa anjuran dokter
  • Menggunakan obat-obatan terlarang (NAPZA)
  • Ada sejumlah obat yang dapat meningkatkan kadar serotonin, yaitu:
  • Obat antidepresan, seperti fluoxetine, sertraline, venlafaxine, dan amitriptyline
  • Obat pereda nyeri, seperti codeine, fentanyl, oxycodone, dan tramadol
  • Obat untuk menyeimbangkan suasana hati, seperti lithium
  • Obat untuk memperlambat perkembangan virus pada penderita HIV/AIDS, seperti nevirapine dan efavirenz
  • Obat untuk meredakan muntah, seperti granisetron, metoclopramide, dan ondansentron
  • Obat untuk meredakan batuk kering, seperti dextromethorphan
  • Obat pereda sakit kepala sebelah atau migrain, seperti sumatriptan
  • Suplemen herbal, seperti suplemen ginseng
  • NAPZA, seperti kokain, ekstaksi, dan LSD

Pengobatan Sindrom SerotoninPengobatan sindrom serotonin tergantung pada tingkat keparahan gejalanya.

Bila gejalanya ringan, dokter akan menurunkan dosis, meminta pasien menghentikan penggunaan obat, atau mengganti obat tersebut dengan obat lain.

Dokter juga dapat meresepkan beberapa jenis obat untuk mengatasi gejala sindrom serotonin, yaitu:

  • Benzodiazepine, seperti diazepam atau lorazepam untuk meredakan kejang dan kaku otot
  • Phenylephrine atau epinephrine, untuk menaikkan tekanan darah
  • Cyproheptadine, untuk menghambat produksi serotonin
  • Keluhan sindrom serotonin ringan dapat hilang sekitar 1–3 hari setelah berhenti mengonsumsi obat yang meningkatkan kadar serotonin.

Namun, pada sindrom serotonin yang di picu oleh penggunaan obat antidepresi, pemulihan perlu waktu hingga beberapa minggu.

Hal ini karena efek obat tersebut bertahan lebih lama di dalam tubuh di bandingkan obat lain yang memicu sindrom serotonin.

Demikian sedikit informasi mengenai penyebab dan gejala sindrom sirotonin yang belum banyak di ketahui oleh banyak orang.

0 Komentar