Apa Itu Phishing? Begini Cara Melindungi dari Serangan Phishing

dok.ist
ilustrasi/ Phishing/ foto: pexels
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Phishing adalah jenis serangan siber yang bertujuan untuk mencuri informasi sensitif seperti nama pengguna, kata sandi, nomor kartu kredit, atau data pribadi lainnya dengan menyamar sebagai entitas tepercaya.

Penipu biasanya menggunakan email, pesan teks, atau situs web palsu yang tampak meyakinkan untuk mengelabui korban agar memberikan informasi pribadi mereka.

Bagaimana Phishing Bekerja?

Pelaku phishing biasanya mengirimkan email atau pesan teks yang terlihat resmi, sering kali mengatasnamakan bank, perusahaan kartu kredit, atau layanan online populer.

Baca Juga:Waspada Terhadap Email dan Tautan Mencurigakan: Lindungi Diri Anda dari Ancaman Siber, Simak Tipsnya!Mengapa Laptop Mudah Terserang Malware? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Pesan tersebut biasanya berisi peringatan mendesak atau tawaran menarik untuk memancing korban agar mengklik tautan atau membuka lampiran.

Setelah korban mengklik tautan, mereka akan diarahkan ke situs web palsu yang dirancang untuk terlihat seperti situs web asli dari entitas tepercaya.

Di situs web ini, korban akan diminta untuk memasukkan informasi pribadi mereka, yang kemudian akan dicuri oleh pelaku phishing.

Jenis-jenis Phishing

Ada beberapa jenis phishing yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Spear Phishing: Serangan phishing yang ditargetkan pada individu atau kelompok tertentu. Pelaku biasanya melakukan riset terlebih dahulu untuk mengumpulkan informasi tentang target mereka, sehingga email atau pesan teks yang dikirimkan terlihat lebih meyakinkan.
  • Whaling: Serangan phishing yang menargetkan individu penting dalam suatu organisasi, seperti CEO atau CFO.
  • Smishing: Serangan phishing yang dilakukan melalui pesan teks (SMS).
  • Vishing: Serangan phishing yang dilakukan melalui panggilan telepon.

Cara Melindungi Diri dari Phishing

Berikut adalah beberapa tips untuk melindungi diri dari phishing:

Waspada terhadap email dan pesan teks yang tidak diminta. Jangan pernah mengklik tautan atau membuka lampiran dari sumber yang tidak Anda kenal atau percayai.

Periksa alamat URL situs web dengan teliti. Pastikan situs web yang Anda kunjungi menggunakan protokol HTTPS dan memiliki sertifikat SSL yang valid.

Baca Juga:Bolehkah Laptop Tidak Dimatikan Seharian? Risikonya Mudah Terserang Virus & MalwareHati-hati Makanan yang Terkontaminasi oleh Bakteri Pseudomonas aeruginosa! Ini Dampaknya!

Jangan pernah memberikan informasi pribadi melalui email atau pesan teks. Bank atau perusahaan resmi tidak akan pernah meminta informasi pribadi Anda melalui email atau pesan teks.

Gunakan perangkat lunak keamanan yang kuat. Pastikan perangkat Anda dilengkapi dengan perangkat lunak antivirus dan anti-malware yang terpercaya dan selalu perbarui secara berkala.

Laporkan email atau pesan teks phishing yang Anda terima. Anda dapat melaporkan email atau pesan teks phishing ke penyedia layanan email atau pihak berwenang terkait.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti tips di atas, Anda dapat melindungi diri dari ancaman phishing dan menjaga keamanan informasi pribadi Anda.

0 Komentar