Hati-hati Bisa Meningkatkan Risiko Kanker! 5 Tanda Bahaya Makan Daging yang Harus Kamu Ketahui

daging enak
klikdokter.com
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Kita ketahui bahwa daging merupakan asupan tinggi protein yang mengenyangkan. Namun, kebanyakan makan daging bisa menimbulkan risiko kesehatan yang berbahaya. Jadi, kamu juga harus mengetahui bahaya makan daging.

Bahaya Makan Daging

1. Meningkatkan Risiko Degenerasi Makula

Kebanyakan makan daging merah ternyata berpotensi meningkatkan risiko penyakit mata degenerasi makula akibat usia. 

Studi terbitan American Journal of Epidemiology (2009) menemukan bahwa konsumsi daging merah sebanyak lebih dari 10 kali per minggu meningkatkan risiko terjadinya degenerasi makula lebih awal.

Baca Juga:4 Jenis Makanan yang Mampu Meningkatkan Hemoglobin, Mengurangi Rasa Anemia KamuMakanan dan Minuman yang Bisa Menjadi Penambah HB, Jangan Lupakan Telur!

Penelitian ini menjelaskan bahwa asupan daging merah yang tinggi bisa meningkatkan senyawa nitrosamin menjadi racun bagi retina. Selain itu, asupan daging terlalu banyak menyebabkan adanya tumpukan lemak dan protein di bawah retina. Kedua hal ini membuat mata rentan mengalami kebutaan akibat degenerasi makula.

2. Meningkatkan Risiko Kanker

Dalam beberapa kasus, pengolahan daging bisa membentuk senyawa karsinogenik, seperti amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH). HCA terbentuk saat daging dimasak pada suhu tinggi, sedangkan PAH terbentuk saat pembakaran zat organik pada daging. 

Mengutip studi terbitan Nutrition and Cancer (2013), keduanya diyakini dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal atau kanker usus besar dan rektum.  Perlu Anda ketahui, kedua senyawa ini mampu menyebabkan mutasi genetik. Sel-sel tubuh pun bisa berubah menjadi ganas dan memicu penyakit kanker.

Selain itu, lemak pada daging merah memicu produksi hormon estrogen. Ketidakseimbangan estrogen bisa menyebabkan peradangan dan meningkatkan risiko kanker payudara. Ketidakseimbangan hormon pria juga terjadi akibat lemak jenuh dari daging merah. Jadi, risiko kanker prostat pun meningkat.

3. Bau Mulut

Efek samping kebanyakan makan daging sapi atau daging lainnya dan tidak diimbangi dengan karbohidrat bisa menyebabkan bau mulut.  Asupan daging terlalu banyak menyebabkan tubuh kelebihan protein dan lemak. Bila kekurangan asupan karbohidrat, tubuh akan memecah lemak sebagai sumber energi.

Pemecahan lemak inilah akan menghasilkan senyawa keton atau ketosis. Senyawa ini bisa membuat napas berbau tak sedap. Memang, proses ini berpotensi menurunkan berat badan secara perlahan, tetapi terlalu banyak keton di dalam tubuh ini menyebabkan bau mulut.

4. Sembelit

Daging tidak memiliki kandungan serat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan serat harian. Artinya, jika makan asupan protein hewani terlalu banyak, Anda rentan kekurangan kandungan serat sehari-harinya.

Baca Juga:5 Makanan Penambah HB, Mulai Dari Kerang Hingga Hati SapiMau Tetap Sehat di Usia Tua? Yuk, Terapkan Pola Makanan Sehat untuk Lansia

Padahal, serat merupakan zat gizi yang penting untuk menyerap air dan memadatkan feses agar mudah keluar. Studi terbitan Neurogastroenterology and Motility (2015) juga menemukan bahwa asupan lemak jenuh dari daging sebanyak lebih dari 15 gram sehari bisa meningkatkan risiko sembelit. Hal ini dikarenakan lemak jenuh mengaktifkan rem alami pada usus halus. Efeknya, gerakan feses pun terhambat.

***

0 Komentar