Cuaca Ekstrem di Makkah: 550 Jemaah Haji Meninggal karena Suhu Tinggi

dok.ist
(Foto: AFP/FADEL SENNA)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pada tahun 2024, ibadah haji berlangsung di tengah suhu yang sangat panas di Makkah, Arab Saudi. 

Suhu mencapai 51,8 derajat Celsius di Masjidil Haram di Mekkah pada hari Senin (17/6), dan dampaknya sangat mengkhawatirkan. Berikut beberapa fakta terkait peristiwa ini:

Setidaknya 550 jemaah haji meninggal dunia selama ibadah haji. Dari jumlah tersebut, 323 orang berasal dari Mesir.

Baca Juga:'High School Return of a Gangster' Kisah Menarik dari Pertukaran Tubuh yang DramatisDebut Mobil Terbang Hexa di Langit Tokyo, Bentuknya Mirip Drone?

Mayoritas meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan panas. 60 warga Yordania juga menjadi korban. 144 jemaah haji dari Indonesia juga meninggal dunia.

“Mereka semua (warga Mesir) meninggal karena kepanasan, kecuali satu orang yang mengalami luka fatal saat berdesak-desakan di tengah kerumunan massa,” kata diplomat tersebut, dikutip dari ABC News, Rabu (19/6).

Studi Saudi yang diterbitkan bulan lalu menunjukkan bahwa suhu di daerah tempat ibadah haji dilaksanakan meningkat sekitar 0,4 derajat Celsius setiap dekade.

Menurut AFP dari beberapa laporan, jumlah jamaah yang meninggal dunia saat ini mencapai 577.

Ibadah haji semakin terpengaruh oleh perubahan iklim, dan cuaca ekstrem menjadi tantangan serius bagi para jemaah.

Para pejabat Arab Saudi telah menyarankan para jemaah haji untuk menggunakan payung, minum banyak air dan menghindari paparan sinar matahari pada jam-jam terpanas di siang hari.

Peristiwa ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiapan dan keselamatan dalam menjalankan ibadah haji. Semoga para korban diberikan tempat yang layak di sisi-Nya. 

 

0 Komentar