RadarCirebon.Tv- Salah satu jenis obat yang bernama Obat kortikosteroid, atau yang lebih di kenal dengan obat dewa merupakan salah satu golongan obat yang sering di gunakan sebagai anti peradangan.
Mengapa di sebut dengan obat dewa? Hal ini terjadi karena kemampuan obat kortikosteroid yang dapat mengobati berbagai gejala penyakit.
Obat kortikosteroid sendiri merupakan obat yang mengandung hormon steroid yang berguna dalam menambah hormon steroid dalam tubuh, serta menekan kerja sistem kekebalan tubuh secara berlebihan.
Baca Juga:Sering Nyeri Dada Waspadai Diagnosis Penyakit Nyeri Dada !Infeksi Jamur Bisa Menyebakan Penyakit Pada Sumsum Tulang Belakang !
Efek samping yang di timbulkan sangatlah luas, karena itu penggunaan obat kortikosteroid perlu di pertimbangkan dengan baik.
Bahkan, penggunaan yang di lakukan jangka panjang akan menimbulkan efek samping yang membahayakan dan fatal.
Efek samping yang di timbulkan akan tergantung dari penggunaannya.
Kortikosteroid SistemikKortikosteroid sistemik, yaitu obat kortikosteroid yang di konsumsi secara oral atau di suntikkan ke dalam pembuluh darah.
Jika berlebihan, efek samping yang di timbulkan meliputi hipertensi, diabetes, tukak lambung, pendarahan pada saluran pencernaan, gangguan emosi, peningkatan nafsu makan, insomnia, kelemahan otot, serta mudah terkena infeksi.
Kortikosteroid LokalKortikosteroid lokal, yaitu obat kortikosteroid yang dapat di berikan dengan salep, injeksi, atau inhalasi.
Efek sampingnya pun akan berbeda-beda yang tergantung pemakaiannya. Pada kortikosteroid salep.
Efek samping dapat berupa penipisan kulit, warna kulit yang pucat, memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami infeksi kulit, serta terhambatnya penyembuhan luka.
Baca Juga:Penyakit Kelenjar Adrenal Dhasilkan Dari 5 Hormon Ini ??Jarang Disadari ! Penyakit Jamur Dermatitis Seboroik Beserta Cara Penanganan Nya !
Sedangkan efek samping pada kortikosteroid injeksi meliputi infeksi, penipisan jaringan kulit, pembengkakan pada otot atau sendi yang di suntik, serta mengalami kelemahan otot.
Sementara pada kortikosteroid inhalasi akan terjadi efek samping, seperti sariawan pada mulut atau tenggorokan, suara serak, kesulitan berbicara, adanya jamur pada rongga mulut, serta batuk-batuk.
Pada kasus yang lebih parah, penggunaan kortikosteroid yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya sindrom Cushing.
Yaitu sekumpulan gejala yang muncul akibat tingginya kadar hormon kortisol dalam tubuh.
Pada kondisi ini, gejala meliputi hipertensi, obesitas, mudah lelah, mengalami pembengkakan pada area tubuh tertentu.
Adanya penumpukan lemah di wajah, gangguan menstruasi, serta tumbuhnya rambut di tempat yang tidak seharusnya pada wanita.
Efek samping yang membahayakan jika penggunaan obat kortikosteroid tidak sesuai dengan aturan dokter.
Masyarakat umum tidak di sarankan untuk mengonsumsi obat yang satu ini tanpa petunjuk dokter. Begini langkah aman menggunakan obat kortikosteroid:
- Ketika ingin menggunakan kortikosteroid inhalasi, gunakan spacer untuk mencegah adanya jamur pada mulut dan tenggorokan.
- Jangan konsumsi obat kortikosteroid saat lambung kosong.
- Jangan banyak gunakan kortikosteroid salep pada area lipatan tubuh.
- Lakukan penyuntikan obat kortikosteroid di tempat berbeda.
Itu dia sedikit pemaparan mengenai salah satu penyakit sindrom yang di sebabkan oleh Obat kortikosteroid.