Pertimbangkan Kembali Saat Ingein Diet,Ini Dia Manfaat dan Resiko Diet Vegetarian.

Foto
foto/manfaat dan resiko (bouncestreetasia.com)
0 Komentar

RadarCirebon.TvVegetarian adalah pola makan yang menggunakan sumber makanan nabati sebagai asupan utama dalam menu harian.

Namun, bukan berarti seorang vegetarian tidak dapat mengonsumsi sumber makanan hewani.

Batasan pola makan tersebut bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis diet vegetarian yang  di tetapkan.

Baca Juga:Ternyata 7 Dari Manfaat Vitamin B12 Yakni Produksi DNA Pada Tubuh Kita.Ketahui dan Jaga Lapisan Atmosper Bumi Kita,Yuk Simak 3 lapisan Atmosfer Bumi.

Vegetarian adalah salah satu pola makan populer yang di terapkan oleh banyak orang.

Sebagian besar berpendapat bahwa orang yang menerapkan vegetarian hanya boleh mengonsumsi makanan berbasis nabati dan menghindari produk hewani.

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Mari simak penjelasan lebih lanjut mengenai vegetarian melalui ulasan di bawah ini.

Sumber makanan nabati mengandung beragam nutrisi yang di butuhkan oleh tubuh.

Jika di terapkan dengan tepat, pola makan ini dapat memberikan segudang manfaat bagi tubuh.

Hasil penelitian dalam IOPScience menunjukkan bahwa diet vegetarian bisa membantu mengurangi risiko obesitas, kanker usus besar, di abetes tipe 2, dan hipertensi.

Jenis-Jenis VegetarianSeperti yang sudah di jelaskan tadi, batasan terhadap vegetarian berbeda-beda. Selain vegan, masih ada beberapa jenis vegetarian lain.

Baca Juga:Fungsi dan Manfaat dari nitrogen Pada Kehidupan Sehari Hari Kita.Kelebihan Pemberian Pupuk Urea Pada kelapa Sawit,Yuk Apa Saja Kelebiha dan Manfaatnya.

Di antaranya lacto-vegetarian, ovo-vegetarian, lacto-ovo vegetarian, pescatarian, dan flexitarian. Berikut uraian selengkapnya terkait jenis-jenis vegetarian tersebut.

Lacto-vegetarian: Jenis vegetarian yang masih memperbolehkan mengonsumsi produk olahan susu, seperti yoghurt, keju, dan lain-lain.

Ovo-vegetarian: Jenis vegetarian yang menghindari daging dan produk susu, namun masih boleh mengonsumsi telur.

Lacto-ovo vegetarian: Kombinasi dari lacto dan ovo vegetarian, artinya orang yang menjalani jenis diet ini di perbolehkan mengonsumsi produk olahan susu dan telur. Namun, tetap harus menghindari daging.

Pescatarian: Pola makan vegetarian ini tidak memperbolehkan mengonsumsi daging, telur, dan produk olahan susu, namun boleh makan makanan laut.

Flexitarian: Jenis diet vegetarian ini memperbolehkan orang yang menjalaninya mengonsumsi produk hewani namun di saat-saat tertentu.

Manfaat Vegetarian

Mencegah penyakit jantung. Pasalnya, orang yang mengikuti pola makan vegetarian cenderung memiliki kadar kolesterol.

Keseluruhan yang lebih rendah sehingga dapat mengurangi risiko aterosklerosis yang dapat menyebabkan penyakit jantung.

Mengurangi risiko diabetes. Dalam pola makan vegetarian, pengikutnya banyak mengonsumsi makanan yang mengandung serat larut, rendah lemak, serta kadar indeks glikemik yang rendah sehingga bisa mengontrol stabilitas kadar gula darah.

Menurunkan tekanan darah. Pasalnya, orang yang menjalankan pola makan vegetarian memiliki tekanan darah lebih rendah daripada orang yang sering makan daging.

Menurunkan risiko terkena kanker. Sebuah studi di Amerika dan Kanada menunjukkan bahwa kejadian kanker secara keseluruhan lebih rendah di kalangan vegetarian di bandingkan nonvegetarian.

Oleh karena itu, beberapa literatur berpendapat bahwa pola makan nondaging mungkin dapat memberikan perlindungan dari kanker.

Melancarkan sistem pencernaan. Sumber nabati cenderung mengandung serat yang tinggi sehingga bisa meningkatkan kerja sistem pencernaan.

Menjaga berat badan ideal. Pola makan vegetarian dapat membantu mengendalikan berat badan sehingga banyak dimanfaatkan sebagai program diet.

Risiko Vegetarian

Pada dasarnya, vegetarian adalah pola makan yang aman dilakukan, bahkan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Namun, jika tidak di terapkan secara benar atau tidak memperhatikan kebutuhan asupan nutrisi, beberapa konsekuensi atau efek samping yang bisa terjadi adalah sebagai berikut:

  • Kekurangan vitamin B12 dan D.
  • Kekurangan protein.
  • Kekurangan asam lemak omega-3.
  • Kekurangan zat besi.
  • Kekurangan kalsium.

Untuk menghindari risiko tersebut, asupan nutrisi penting lainnya pun perlu di perhatikan. Adapun beberapa langkah yang bisa di lakukan yaitu:

  • Pastikan mengonsumsi setidaknya 5 porsi variasi buah dan sayuran setiap hari.
  • Mendasarkan makanan pada kentang, roti, nasi, pasta, dan karbohidrat bertepung lainnya. Pilihlah varietas gandum utuh jika memungkinkan.
  • Konsumsi beberapa alternatif produk susu rendah lemak dan rendah gula.
  • Konsumsi kacang-kacangan dan sumber protein lainnya.
  • Memilih minyak tak jenuh dalam jumlah kecil.
  • Minum kurang lebih 2 liter air per hari agar tetap terhidrasi.

Itu dia manfaat dari  pola makan vegetarian selain itu juga harus di seimbangkan dengan vitamin B12 untuk kesehatan tubuh kita yang banyak beredar di pasaran.

 

 

 

 

 

 

0 Komentar