RADARCIREBON.TV – Tepat di tanggal 1 November ini, menjadi peringatan World Vegan Day atau Hari Vegan Sedunia.
Adanya peringatan tersebut, konon menjadi sebuah peringatan rutin yang kerap di rayakan tiap tahunnya secara global.
Peringatan ini tertuju pada penggiat vegan yang tersebar di seluruh dunia. Dengan upaya menjadi vegan, di harapkan jika pola hidupnya sebagai vegan dapat bermanfaat bagi keseluruhan aspek.
Baca Juga:Kelola Apps Favoritmu pada Smart TV Philips Milikmu dengan Cara Download yang Mudah untuk Diikuti, Simak CaranyaStop, Jangan Dulu Dibuang! TV Tabung Bisa Diubah Jadi TV Digital Loh, Simak Cara Merubah Televisimu
Tidak hanya bagi kesehatan saja, namun juga berguna bagi makhluk hidup, khususnya hewan dan lingkungan.
Bagi penggiat pola hidup ini, mereka tidak menggunakan produk yang berbasis bahan hewani sehingga produk yang di konsumsi berbahan nabati.
Maka, pola hidup yang di terapkan oleh pengiat ini, akan menerapkan pola makan yang berasal dari sayuran.
Bagaimana Bisa Tercetus Hari Vegan Sedunia?
Setiap bentuk peringatan atau perayaan, tentu ada sebuah asal-usul di baliknya. Begitupun dengan halnya yang terjadi pada 1 November ini.
Berdasarkan info yang di dapatkan dari laman Awareness Days, konon peringatan ini bermula dari organisasi bernama The Vegetarian Soecity UK.
Saat itu di tahun 1944, organisasi tersebut beranggotakan Elise Shrigley dan Donald Watson, dimana mereka berupaya untuk menerapkan pola hidup tanpa mengonsumsi daging.
Sayangnya, upaya mereka dalam menerapkan pola hidup tanpa mengonsumsi daging, tidak mendapatkan respon yang positif.
Baca Juga:Menggebrak Dunia Ponsel Pintar, Berikut Ini Deretan HP Nokia Seri TerbaruHP Nokia Telah Menerjukan Berbagai Merek Terbaru, Intip Apa Saja Ponsel Terbarunya Itu
Dengan adanya hal tersebut, maka keduanya membentuk sebuah perkumpulan dengan nama Masyarakat Vegan, yang di ketuai oleh Louise Wallis.
Olehnya, kemudian di tetapkan jika pada tanggal 1 November merupakan Hari Vegan Sedunia atau World Vegan Day.
Pola Hidup Vegan
Bagi yang memiliki alergi pada produk hewani seperti telur atau susu, maka akan menerapkan pola hidup ini. Namun, ada juga yang menerapkannya dengan alasan kepercayaan.
Berdasarkan info yang di ketahui, rupanya pola hidup ini bukan pola hidup yang baru muncul beberapa tahun belakangan saja. Namun telah di temukan dari perilaku manusia yang sudah ada sejak lebih dari 2000 tahun.