RADARCIREBON.TV- Migrasi TV Digital. Migrasi siaran televisi analog ke digital dan mematikan siaran TV analog atau analog switch off (ASO) masih terus di lakukan oleh pemerintah Indonesia. Saat ini, beberapa wilayah di Indonesia sudah ASO, sedangkan sebagian wilayah lain masih dalam siaran secara simultan. Indonesia memang tergolong tertinggal dari banyak negara lain dalam penyelenggaraan ASO. Padahal, siaran TV digital sudah jelas memiliki banyak keunggulan.
Sebagian wilayah Indonesia masih banyak yang belum melakukan ASO, bahkan masih ada masyarakat yang belum mau bermigrasi ke siaran TV digital. Salah satu alasannya karena di daerahnya masih bisa menangkap siaran analog atau belum terjangkau sinyal digital. Padahal, migrasi ke siaran TV digital secepat mungkin akan memberikan beberapa keuntungan. Berikut ini adalah keuntungan jika semakin banyak masyarakat yang bermigrasi ke siaran TV digital.
1. Masyarakat Indonesia menikmati kualitas siaran yang lebih baik
Keuntungan terbesarnya tentu saja masyarakat Indonesia akan mendapatkan kualitas siaran dengan gambar dan suara yang lebih baik. Dengan terdistribusinya sinyal siaran digital, masyarakat juga menerima siaran dengan gambar dan suara yang jernih. Masyarakat tidak lagi menonton acara televisi dengan gambar buram dan penuh semut. Dengan cara ini, masyarakat dari semua lapisan masyarakat dapat menikmati hiburan berkualitas tinggi.
Baca Juga:Cara Memprogram TV Digital Polytron Tanpa Set Top Box, Untuk Menikmati Siaran TV dengan Kualitas Gambar dan Suara yang Lebih Jernih!Suzuki Eeco Terbaru: Mobil Multiguna dengan Desain Stylish dan Performa Terbaik, Siap Menjadi Sahabat Setia Keluarga!
Dengan siaran digital, penonton juga mendapat lebih banyak saluran TV. TV digital atau dekoder biasanya di lengkapi dengan fitur tambahan seperti layanan streaming video, musik, dll. Semua itu tidak bisa di nikmati di siaran TV analog yang di anggap terlalu kuno.
2. Penggunaan frekuensi yang lebih efisien, bisa mempercepat perkembangan 5G
Siaran televisi analog memerlukan beberapa frekuensi untuk mengirimkan sinyal ke televisi. Pada saat yang sama, transmisi televisi digital menggunakan kompresi data yang lebih efisien. Hal ini memungkinkan beberapa saluran TV di siarkan pada spektrum frekuensi yang sama, sehingga memberikan ruang frekuensi yang berharga untuk layanan lain seperti komunikasi nirkabel atau Internet. Salah satu contohnya melibatkan jaringan 5G. Frekuensi yang sebelumnya di gunakan untuk transmisi analog akan tetap kosong, kemudian di gantikan oleh kebutuhan jaringan 5G. Oleh karena itu, semakin cepat ASO maka semakin cepat pula jaringan 5G berkembang di Indonesia.
3. Harga set top box yang terjangkau
Seperti yang sudah di ketahui kalau untuk migrasi dari siaran digital ke analog tidak harus membeli TV baru, melainkan cukup dengan membeli STB. Sekarang ini harga STB masih sangat terjangkau bagi sebagian masyarakat. Dengan terjangkaunya harga STB, maka masyarakat seharusnya mampu bermigrasi ke siaran digital secepatnya. Karena apa? Karena jika masyarakat menunggu dulu ASO secara total di seluruh Indonesia, maka harga STB kemungkinan akan naik akibat permintaan terhadap STB di pasaran juga meningkat pesat.
4. Mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara lain
Seperti yang di sebutkan sebelumnya, Indonesia sudah tertinggal dengan sejumlah negara lainnya yang telah lama ASO dan migrasi ke siaran digital. Beberapa negara di Asia yang sudah ASO secara penih adalah Jepang, Qatar, Singapura, bahkan Malaysia. Indonesia sebagai negara besar tentunya tidak boleh ketinggalan dalam hal siaran tv digital yang akan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Memang tidak dapat di pungkiri, ASO di Indonesia saat ini masih terhambat. Masalahnya adalah karena belum meratanya sinyal TV digital dan juga masyarakat yang belum siap migrasi. Namun, percayalah teknologi selalu berkembang semakin canggih dan tidak dapat di bendung. Menurutmu, kapan Indonesia akan ASO sepenuhnya secara nasional?